This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Rabu, 02 Maret 2016

Misteri hilangnya uang seribu dalam perhitungan

Teka-teki Matematika: Misteri Hilangnya Uang Rp1.000

Seribu Rupiah
Di suatu hari yang santai nan penuh seloroh, seorang sahabat menyodorkan pertanyaan yang intinya adalah teka-teki matematika. Bagi saya, teka-teki ini merupakan hal yang baru saya dengar (kala itu) namun seiring berjalannya waktu, saya pun tahu kalau ini adalah teka-teki jadul (maklum ya, saya kan bukan orang jadul alias jaman dulu hehehe!). Tapi ya sudahlah, anggap saja ini intermeso dari saya buat teman-teman pembaca yang belum pernah dengar teka-teki ini.
Begini teka-tekinya. Si A sedang ingin membeli sepasang sepatu seharga Rp100.000 namun tidak punya uang sepeser pun. Ia, kemudian, menghubungi temannya (si B) untuk meminjam uang senilai harga sepatu tersebut. Singkat cerita, si B hanya menyanggupi sebesar Rp50.000 dan sisanya diperoleh dari si C. Setelah uang terkumpul, si A pun langsung pergi ke toko dimana sepatu itu dijual dan sesampainya di sana, ternyata sepatu yang ia inginkan masih bisa dinegosiasikan harganya. Ia pun berhasil mendapatkan sepatu tersebut dengan harga Rp97.000. Lalu uang kembaliannya, yang sebesar Rp3.000 itu, disisihkan Rp2.000 oleh si A untuk mencicil utangnya kepada si B dan si C, masing-masing Rp1.000. Dengan demikian, uang yang ada pada si A sekarang hanya bersisa Rp1.000. Supaya lebih jelas, lihat rangkaian di bawah.
aldigozali.com
Dengan cicilan yang sudah dibayarkan tersebut, utang si A kepada si B dan si C berkurang, masing-masing menjadi Rp49.000 (Rp50.000 – Rp1.000). Artinya, total utang si A saat ini menjadi Rp98.000 (Rp49.000 x 2). Nah, jika total utang ini ditambahkan dengan sisa uang si A yang senilai Rp1.000 tadi (lihat uraian di atas) maka akumulasinya menjadi Rp99.000 (Rp98.000 + Rp1.000), ini lho yang dipertanyakan: kok nilainya gak sama dengan total utang awal yang sebesar Rp100.000? Kemana yang Rp1.000-nya?
Bagi yang tertantang dengan teka-teki ini, silakan mencari tahu jawabannya lebih dulu. Jika sudah — entah itu sudah menemukan jawabannya ataupun sudah mumet kepalanya — silakan klik tombol “Jawaban” di bawah untuk menyocokkannya (buat yang pakai mobile phone teks di bawah mungkin agak samar warnanya, silakan diatur ya sudut pandangnya)
Okelah kalo begitu, saya coba jelaskan dengan sebuah alur ya. Silakan simak gambar berikut:
Gimana, udah ngerti kan?!
Masih belum juga??
Baiklah..
Begini. Sebetulnya uang Rp1.000-nya itu gak pergi kemana-mana alias gak hilang sama sekali. Angka Rp99.000 itu didapat dari paradigma berhitung yang salah. Jelas saja tidak sama (balance) dengan utang awal karena variabel yang dipakai salah. Perhitungan yang fair semestinya adalah dengan menjumlah harga sepatu, distribusi cicilan, dan sisa uang si A sebagai variabelnya, yakni: Rp97.000 + Rp2.000 + Rp1.000 = Rp100.000, kelar! So simple, isn’t it?
Intinya, selama ini orang-orang terjebak pada alur berpikir yang salah — yang sengaja dibelokkan oleh si pencipta teka-teki (entah karena ingin buat lelucon atau dia pun sebenarnya juga bingung). Tapi yang jelas, ini persoalan yang simple, jangan mau dibuat sulit dengan alur pikir yang rumit. Ingat, kuncinya adalah, sebagian uang telah berubah bentuk menjadi barang (sepatu -red) sehingga tercipta kesan bahwa sebagian uang tersebut hilang. Terus, perhitungan yang benar tuh dengan memasukkan harga sepatu, distribusi cicilan, dan sisa uang (bukan utang dan cicilan) sebagai variabelnya. Hal ini berlaku juga untuk teka-teki sejenis lainnya, yang semuanya sama-sama menipu. :))

Teka teki level tinggi

                                                              
Siapa sih yang tak suka matematika? Banyak kali yah yang nggak suka matematika. Matematika itu pusing, kebanyakan menghitung. Itu bagi yang nggak suka matematika, kalau yang suka matematika, tentunya mata pelajaran ini sangat mengasyikan. Ada tantangan tersendiri ketika mengerjakan soal matematika dan timbul kepuasan setelah berhasil menyelesaikannya.
Bagaimana kalau matematika dibuat teka-teki? Apakah masih mengerikan? Kalau menurut admin sih tambah mengasyikan. Tiap-tiap teka-teki logika matematika ini terdapat jawaban di bawahnya. Jadi, sebelum melihat jawabannya, coba untuk memikirkan jawabannya. Silakan tebak sekaligus mengasah kemampuan matematika Anda!
1. Tanpa menggunakan kalkulator, sempoa, ataupun lidi dan usahakan menghitung secepat mungkin. Coba hitung 1.000 ditambah 40 ditambah lagi 1.000. Tambah lagi dengan 30 kemudian tambah lagi dengan 1.000. Tambah lagi dengan 20 dan tambah lagi dengan 1.000. Tambah lagi dengan 10. Berapa hasilnya?
Jawaban: Apakah Anda menjawab 5.000? Kalau Anda menjawab 5.000, jawaban Anda salah. Tapi kalau Anda menjawab 4.100, jawaban Anda benar. Kalau tidak percaya hasilnya 4.100, coba hitung pakai kalkulator!
2. Sebutkan 3 buah bilangan yang jika ketiga bilangan tersebut dikalikan, maka hasilnya sama dengan hasil bila ketiga bilangan tersebut dijumlahkan!
Jawaban: 1,2, dan 3.
Penjelasan: 1 + 2 + 3 = 1 x 2 x 3 = 6
3. Andi membeli membawa uang Rp 30.000 untuk membeli beras. Ternyata beras itu harganya Rp 15.000. Berapa uang kembalian yang diterima Andi?
Jawaban: Rp 5.000. Harganya kan Rp 15.000, jadi uang yang dibayarkan adalah Rp 20.000 sehingga kembaliannya Rp 5.000.
4. Andi punya 10 apel dibagi 2, berapa sekarang apel Andi?
Jawaban: Apakah Anda menjawab 5? Jawabannya adalah 8. Coba bayangkan Anda punya 10 apel, lalu dibagi 2, tinggal berapa? 8 kan? Kan yang dibagi 2, jadinya tinggal 8. Kalau yang dibagi 5, baru tinggal 5.
5. Jika 1 = 5 ; 2 = 10 ; 3 = 15 ; 4 = 20, 5 = …?
Jawaban: 1, kan sudah ada keterangannya 1 = 5.
Anda menjawabnya tanpa melihat kunci jawaban? Betul berapa Anda? Betul semua? Salah semua? Pertanyaannya kelihatannya sepele, tapi kalau tidak teliti bisa salah menjawab. Pada teka-teki nomor 1, awal saya menjawab teka-teki yang semacam itu, saya juga sempat salah. Jawaban saya adalah 5.000 pada waktu itu, karena saya lihat begitu mudahnya dan menghitungnya tanpa menggunakan kalkulator. Ternyata jawaban saya salah. Teka-teki logika matematika seperti itu kelihatannya memang gampang, tetapi kalau tidak cermat bisa salah dalam menjawabnya.

Cara cepat mengasah otak

 
1.Jika 1 = 5; 2 = 25; 3 = 325; 4 = 4325 maka 5 = ?
2.  Seorang pemilik kambing ingin menjual kambingnya seharga Rp 75.000,00 melalui calo, kemudian si calo   menawarkan kepada 3 orang pemuda, dan mereka tertarik untuk membeli kambingnya. Supaya adil, berarti masing-masing pemuda membayar Rp 25.000,00 kan? Setelah deal jadilah kambing itu dibeli, dan si calo mendapat komisi Rp 5.000,00. Oleh sicalo, komisi itu dibagikan ke 3 pemuda yang membeli kambing tadi masing-masing Rp 1.000,00. Sehingga ia hanya mendapat Rp 2.000,00. Betul??
Logikanya, pemuda tadi cuma membayar Rp 24.000,00 kan? (karena yang Rp 1.000 nya dibalikin lagi). Sedangkan Rp 24.000,00 x 3 = Rp 72.000,00. Jika ditambah uang yang di si calo, Rp 72.000 + Rp 2.000 = Rp 74.000. Bener juga kan?
Pertanyaannya, kemanakah uang yang Rp 1000???

3. “Disediakan 9 buah bilangan dari 1 sampai 9. Perintahnya adalah bagaimana menyimpan bilangan-bilangan itu pada kotak 9 kotak persegi (seperti pada gambar) sehingga jumlah sebuah masing-masing bilangan pada arah vertikal, horizontal, atau diagonal jumlahnya sama?”
Pernahkah Anda mendapatkan pertanyaan seperti permasalahan di atas?
Mungkin diantara Anda ada yang mengerjakannya dengan cara klasik dan manual, yaitu dengan mencoba bereksperimen memasukkan bilangan-bilangan itu kemudian mengecek apakah eksperimennya itu benar atau tidak, yakni menempatkan bilangan-bilangan itu pada urutan yang benar sehingga didapatkan hasil yang diinginkan.
Akan tetapi berapa lama Anda akan menghabiskan waktu untuk itu? Anda boleh menjawab pertanyaan saya ini jika Anda mencobanya. Catat waktu yang Anda butuhkan untuk menyelesaikan persoalan itu dengan cara di atas, dan tuliskan di bagian komentar tulisan ini.
Walaupun cara itu tidak salah (malah bagus untuk melatih kesabaran dan ketelitian :) ), tetapi mengetahui cara menyelesaikannya dengan sebuah trik, mungkin itu lebih bagus.
berikut ini adalah langkah-langkah yang bisa Anda lakukan untuk mencari penyelesaiannya:
Penyelesaian:
Ini adalah kotak persegi yang akan kita isi bilangan dari 1 sampai 9.
Langkah 1
Pada setiap sisi persegi, buatlah kotak persegi pertolongan seperti gambar berikut:
Langkah 2
Isikan bilangan-bilangan tersebut secara berurutan menurut arah diagonal sebagai berikut:
Atau
Langkah 3
Tukarlah bilangan pada kotak pertolongan, bilangan yang ada di atas dengan yang ada di bawah, dan yang di samping kiri dengan yang di samping kanan. Isikan bilangan-bilangan hasil pertukaran itu, pada kotak kosong yang tersedia.
Sehingga diperoleh hasil akhir:
Sekarang coba kita periksa hasilnya:
2 + 7 + 6 = 15
2 + 9 + 4 = 15
9 + 5 + 1 = 15
2 + 5 + 8 = 15
dan seterusnya.
Ternyata semua bilangan pada baris, kolom dan diagonalnya memang menghasilkan bilangan yang sama, yaitu tiga kali bilangan yang terletak pada kotak bagian tengah (15).
Periksa juga kemungkinan lain (untuk kombinasi bilangan lain pada Langkah 2)!
Selain bentuk persegi 3 x 3 diatas, pola bilangan juga bisa ditemukan pada persegi ajaib 4 x 4. Insya Alloh lain waktu kita bahas.
 
4.    Mulai…
  • Pikirkan sebuah bilangan sembarang
  • Kalikan bilangan itu dengan 2
  • Tambahkan 18 kepada hasil akhir bilangan tadi
  • Bagi hasilnya dengan 2
  • Terakhir, kurangi hasil akhir bilangan tadi dengan bilangan awal yang dipilih
  • Jawabannya adalah 9. Jawaban yang tepat bukan?  
  •  
  •  
  • Mau tau cara menebaknya? Triknya cukup sederhana, yaitu bagaimana caranya mengontrol hasil akhir yang diinginkan. Rahasianya ada di langkah 3, yaitu ketika Anda disuruh menambahkan sebuah bilangan.
    Anda bisa memilih bilangan genap (yang habis dibagi dua) untuk ditambahkan. Jawaban akhirnya pasti selalu bilangan yang Anda suruh untuk ditambahkan di langkah 3, dibagi dengan 2. Dalam kasus di atas, saya menyuruh menambanhkan 18 kepada jumlah total bilangan sebelumnya, sehingga jawaban akhirnya adalah 9

    Cara Cepat Mengalikan dengan Bilangan 11

    Teknik berikut akan mengajarkan bagaimana caranya mengalikan sebuah bilangan dengan angka 11 dengan cara mudah dan cepat.
    Berikut adalah beberapa contoh kasus, selanjutnya kita bisa melihat pola dari teknik tersebut.
    Pertama, coba tentukan hasil dari perkalian 13 dengan 11!
    13×11=?

    Langkah pertama adalah konsentrasikan perhatian kita pada bilangan yang akan dikalikan dengan 11 itu, yaitu 13.
    Pisahkan bilangan pertama dan kedua pada angka 13.
    1—>3
    Jumlahkan kedua bilangan itu,
    1+3=4
    Letakkan jawabannya, yaitu 4 diantara 1 dan 3, sehingga diperoleh 143.
    Jadi, 13×11=143
    Sekarang kita coba dengan bilangan yang lain.
    58×11=?
    Jika kita melakukan seperti prosedur di atas, maka akan kita peroleh 5138 (angka 13 diantara 3 dan 8 diperoleh dari 5+8).
    Kita tidak melakukan hal itu karena  Ini merupakan jawaban yang keliru.
    Untuk model seperti ini, lakukan seperti berikut:
    Simpan digit terakhir dari “13″, yaitu 3 di tengah, dan tambahkan angka 1 dari “13″ ke angka 538, sehingga menghasilkan 638.
    jadi, 58×11=638
    Sekarang coba satu lagi menggunakan teknik seperti di atas,
    75×11=?
    825. Mudah kan? Tidak perlu waktu lama untuk mendapatkan jawabnya!